Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 24 Juni 2017 | 17:30 WIB

Laporan INILAHCOM dari Birmingham

Tak Semua Orang Tahu Siapa Taufik Hidayat

Oleh : Reza Adi Surya | Senin, 13 Maret 2017 | 15:11 WIB
Tak Semua Orang Tahu Siapa Taufik Hidayat
The Legends' Vision, Taufik Hidayat (kiri) - (Foto: inilahcom/Reza Adi Surya)
facebook twitter

INILAHCOM, Birmingham - Taufik Hidayat adalah legenda bulutangkis dunia dari Indonesia yang memenangkan banyak gelar. Tapi, tak semua orang tahu siapa sosok Taufik Hidayat.

Semasa kariernya, Taufik memenangkan banyak gelar bergengsi, seperti medali emas Olimpiade Athena 2004, Kejuaraan Dunia 2015 di Anaheim, medali emas Kejuaraan Asia, medali emas Asian Games, medali emas SEA Games, dan juara Piala Thomas. Dengan segudang prestasi tersebut, tak menjamin semua orang tahu siapa Taufik Hidayat.

Hal unik terjadi saat INILAHCOM sedang meliput turnamen All England di Barclaycard Arena, 7-12 Maret 2017. Banyak relawan-relawan yang ditugaskan membantu kelancaran turnamen tertua bulutangkis tersebut. Mereka ditugaskan di setiap lantai dan setiap sudut agar bisa membantu orang yang ingin bertanya.

Kamis (9/3/2017) panitia mengumumkan di Media Center akan ada jumpa pers soal The Legends' Vision, sebuah kampanye untuk memopulerkan bulutangkis di seluruh dunia. The Legends' Vision beranggotakan Taufik Hidayat, Lee Chong Wei, Lin Dan, Peter Gade, dan anggota baru Lee Yong-Dae.

Usai meliput The Legends' Vision, semua wartawan yang hadir diberikan suvenir berupa shuttlecock bertanda tangan Taufik Hidayat. Semua wartawan pun kembali ke tribun stadion dan ada juga yang kembali ke Media Center.

Setibanya di Media Centre, salah seorang relawan bertanya kepada saya apa isi kantong kecil yang saya pegang usai dari jumpa pers The Legends' Vision. Lantas saja jawab isinya adalah shuttlecock dengan tanda tangan Taufik Hidayat. Relawan pria yang masih sangat muda itu tampak sangat tertarik dengan shuttlecock yang saya perlihatkan.

Tanpa pikir panjang, saya langsung menawarkan shuttlecock tersebut untuknya. Relawan tersebut sempat tak percaya saya mau memberikan shuttlecock tersebut. Saya jawab, "Tidak apa-apa, saya bisa mendapatkan tanda tangan Taufik Hidayat dengan mudah karena dia orang Indonesia."

Sambil tersenyum, relawan tersebut menerima shuttlecock yang saya berikan. Saya pun kembali ke meja untuk meneruskan pekerjaan yang terhambat karena harus menghadiri jumpa pers The Legends' Vision. Sekitar 30 menit kemudian, relawan tersebut menghampiri saya dan bertanya, "Maaf, siapa itu Taufik Hidayat? Apakah dia sudah kalah di pertandingan hari ini? Apakah dia main di nomor ganda?"

Sontak saya terkejut. Ternyata, relawan tersebut tak tahu siapa Taufik Hidayat. Bahkan, ia tetap tak tahu ketika saya menjelaskan Taufik Hidayat peraih medali emas Olimpiade dan Juara Dunia. Tak lama kemudian, saya baru tersadar bawah bulutangkis bukan olahraga populer di Inggris. Apalagi relawan tersebut masih sangat muda. Jadi, saya pikir wajar ia tak tahu siapa Taufik Hidayat.

Saya menyarankan pada relawan tersebut untuk menyimpan dan membingkai shuttlecock tersebut karena punya nilai sejarah. Tanpa banyak protes, relawan tersebut langsung menjawab, "Pasti saya bingkai."

Relawan tersebut bernama Aidan Jones, mahasiswa tingkat pertama di University of Huddersfield. Seperti halnya orang Inggris pada umumnya, Aidan sangat fanatik pada sepak bola. Bukan fan Manchester United, Manchester City, Arsenal, atau Liverpool. Aidan adalah fan Tranmere Rovers, klub yang saat ini main di National League atau lima tingkat di bawah Liga Primer Inggris. Selain kuliah, ia bekerja sebagai koresponden koran Non-League atau National League.

Tags

 
x