Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 20 Agustus 2017 | 09:03 WIB

Laporan INILAHCOM dari Birmingham

Penilaian Susy Pencapaian di All England 2017

Oleh : Reza Adi Surya | Minggu, 12 Maret 2017 | 02:10 WIB
Penilaian Susy Pencapaian di All England 2017
(Foto: Inilahcom/Reza)
facebook twitter

INILAHCOM, Birmingham - Indonesia hanya meloloskan satu wakil di final All England 2017. Menurut Kabidpinpres PP PBSI, Susy Susanti, pencapaian tersebut merupakan hasil terbaik yang bisa diraih.

Satu-satunya wakil Indonesia yang lolos ke final adalah ganda putra Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo yang mengalahkan pasangan Denmark, Mads Conrad-Petersen/Mads Pieler Kolding, 19-21, 21-13, dan 21-17 dalam waktu 69 menit.

Sejak awal, PBSI memang menargetkan satu gelar di All England. Meski tak menyebutkan secara spesifik, gelar diharapkan datang dari ganda campuran atau ganda putra. Kebetulan ganda campuran Praveen Jordan/Debby Susanto merupakan juara bertahan.

Sayang, laju Praveen/Debby di All England hanya sampai babak pertama dimana mereka dikalahkan pasangan Jepang, Yuta Watanabe/Arisa Higashino, 17-21, 21-19, dan 21-12. Harapan Indonesia berada di pundak Marcus/Kevin. Susy berharap peraih dua gelar super series dan satu super series premier 2016 bisa menjadi juara.

"Memang ini hasil terbaik yang bisa kita capai. Kita hanya meloloskan satu wakil di final. Mudah-mudahan harapan kita satu wakil pun bisa menjadi andalan di final besok. Persaingan kali ini sangat seru, bahkan semua juara di semua nomor sudah berguguran," ungkap Susy.

"Kalau kita melihat dari peserta di All England, kekuatannya merata. All England ajang yang prestisius, peta kekuatan dunia bulutangkis ada di sini. Ke depannya ini menjadi motivasi sekaligus evaluasi untuk Indonesia, termasuk sektor-sektor lain. Harus belajar dan mau kerja keras karena negara lain sudah luar biasa," tambahnya.

Sejauh ini, Indonesia masih mengandalkan pemain senior seperti Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir di ganda campuran. Susy berharap pemain-pemain muda yang ada saat ini bisa meningkatkan level permainannya dan menggantikan posisi para seniornya.

"Kita memang masih mengndalkan ganda putra dan ganda campuran. Tapi pemain-pemain muda sudah bermunculan. Ini jadi bahan evaluasi untuk regenerasi. Tidak mungkin kita terus mengandalkan pemain senior. Kita harus bekerja keras mempercepat pemain-pemain junior agar bisa naik ke atas," kata peraih medali emas Olimpiade Barcelona 1992.

"Nantinya kita akan selektif dalam mengirimkan pemain-pemain muda. Kalau memang belum mampu bersaing di super series, matangkan dulu ke turnamen di bawahnya untuk meraih poin dan meningkatkan rasa percaya diri. Untuk apa pemain muda dikirim ke super series kalau hanya sampai babak pertama atau kualifikasi. Secara mental itu tidak bagus. Lebih baik ikut turnamen bertahap, mulai dari level international challenge, grand prix, grand prix gold, dan super series," tandasnya.

Tags

 
Embed Widget

x