Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 22 September 2017 | 11:28 WIB

Liga Bocah Indonesia Digelar Maret 2017

Oleh : Reza Adi Surya | Rabu, 18 Januari 2017 | 19:35 WIB
Liga Bocah Indonesia Digelar Maret 2017
Ary Sudarsono dan Ketua umum Perbasi, Danny Kosasih - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Liga Bocah Indonesia akan digulirkan mulai Maret 2017 mendatang. Kompetisi ini dikhususkan untuk anak-anak Sekolah Dasar (SD) usia 8-12 tahun.

Liga Bocah Indonesia (LBI) digagas oleh Ary Sudarsono yang sudah lama melintang di dunia basket. Ide ini muncul agar bisa menghasilkan bibit-bibit muda yang bisa mengharumkan nama Indonesia di dunia internasional.

"Gagasan LBI ini sebenarnya sudah terpendam selama dua tahun, karena tak mudah menggulirkan liga baru yang diikuti pelajar SD. Berkat keseriusan teman-teman semua, Alhamdulillan bisa jalan setelah dua tahun," ujar Ary, dalam jumpa pers di FX Sudirman, Jakarta, Rabu (18/1/2017).

Awalnya, putaran pertama LBI akan digelar di Jabodetabek. Tapi, terjadi perubahan dimana putaran pertama akan digelar di Pekanbaru, Riau, 3 Maret 2017.

"Putaran pertama digelar di Pekanbaru karena ada permintaan dari sana. Ternyata di Pekanbaru orang-orangnya basketnya lebih gila dari Jakarta. Duitnya banyak tapi low profile," tambah Ary.

"Kita juga sudah ada beberapa sponsor, tapi belum berani umumkan sekarang. Ada kemungkinan jumlah sponsor bertambah. Sponsor-sponsor tersebut sangat peduli dengan pendidikan usia dini," katanya.

Setelah bergulir di Pekanbaru bulan Maret, LBI akan rehat selama kurang lebih tiga bulan mulai April hingga Juli karena ada ujian nasional, puasa, dan juga Lebaran. LBI kembali bergulir di bulan Agustus hingga Oktober di Jabodetabek. Kemudian berlanjut ke Medan, Makassar, Denpasar.

"Di tahun 2018 nantinya ada tambahan beberapa kota. Kita lihat juga SDM dan infrastrukturnya apakah memenuhi persyaratan. Kita juga mencoba melakukan pendekatan kepada Mendiknas agar menjadi program Mendiknas," ucapnya.

Peraturan LBI tetap mengacu pada FIBA (Federasi Basket Internasional). Ukuran lapangan yang sama, hanya saja ring basket sedikit diturunkan. Selain itu, satu tim tak boleh semuanya pria, tapi harus ada perempuannya minimal satu.

Sementara itu, ketua umum Perbasi, Danny Kosasih mendukung penuh hadirnya LBI. Menurutnya, konsep yang diusung Ary Sudarsono sesuai dengan pemikirannya.

"Bukan tidak menghargai IBL (Indonesia Basketball League), tapi IBL tak bisa bagus kalau tidak ada pemain dari bawah. Dari kecil pembinaan karakter harus benar. Perbasi mendukung penuh LBI. Apa yang bisa dibantu akan saya bantu. Saya harap LBI bisa bertahan lama," tuturnya.

 
Embed Widget

x