Find and Follow Us

Sabtu, 20 Juli 2019 | 08:30 WIB

Indonesia Gagal Jadi Tuan Rumah Thomas-Uber 2016

Oleh : Reza Adi Surya | Kamis, 29 Mei 2014 | 13:10 WIB
Indonesia Gagal Jadi Tuan Rumah Thomas-Uber 2016
badmintonindonesia

INILAHCOM, Jakarta - Impian Indonesia untuk menjadi tuan rumah Piala Thomas dan Uber 2016 pupus. Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) memutuskan Tiongkok yang menjadi tuan rumah.

Indonesia dan Tiongkok bersaing ketat untuk memenangkan bidding tuan rumah Piala Thomas dan Uber. Indonesia mengajukan Jakarta sebagai tempat penyelenggara sementara Tiongkok mengajukan Kunshan.

Pemenang bidding diumumkan langsung oleh Presiden BWF Poul-Erik Hoyer Larsen usai presentasi yang dilakukan oleh para peserta pada Rabu (28/5/2014) malam di hotel Le Meridien, New Delhi, India.

Para perwakilan dari Asosiasi Bulutangkis Tiongkok (CBA) tak dapat menyembunyikan kebahagiaan mereka saat pemenang bidding diumumkan. Dalam presentasinya, CBA memaparkan bahwa turnamen akan digelar di Kunshan Sport Center yang memiliki lebih dari lima ribu kapasitas tempat duduk.

Sementara itu, PP PBSI sempat mengajukan Piala Thomas dan Uber 2016 akan diadakan di stadion yang sudah tak asing lagi yaitu Istora Senayan yang punya kapasitas hingga enam ribu penonton.

"Ini adalah kali kedua kami ikut serta dalam bidding Major Event di bulutangkis dan akhirnya kami menang," kata Guan Fengliang, Wakil Wali Kota Kunshan.

"Kami akan memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya dan kami akan berkontribusi untuk mempromosikan bulutangkis ke penjuru dunia. Kami mengundang anda semua ke Kunshan untuk berbagi indahnya kota ini," ujarnya.

Sebelumnya, Kushnan dan Jakarta sempat bersaing untuk menjadi tuan rumah ajang Kejuaraan Dunia 2015. Namun, akhirnya Jakarta yang menjadi pemenang.

Di kesempatan yang sama, diumumkan pula tuan rumah Kejuaraan Dunia Junior 2015. Lima, sebagai calon tunggal, terpilih sebagai tuan rumah Kejuaraan Dunia Junior 2015.

"Kami berterima kasih kepada BWF atas kepercayaan yang telah diberikan kepada kami," tutur Presiden Federasi Olahraga Bulutangkis Peru, Zarko Cukic.

"Kami akan mampu mengonsolidasi label BWF di negara kami. Kami menyambut kedatangan anda semua dengan tangan terbuka," ia menutup.

Komentar

Embed Widget
x