Rabu, 24 September 2014 | 01:19 WIB
Follow Us: Facebook twitter
APBN Saja Tak Cukup untuk Biayai Olahraga
Headline
Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo - (Foto : inilah.com)
Oleh:
Olahraga - Rabu, 14 Agustus 2013 | 18:36 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo mengatakan memang sudah waktunya olahraga nasional mendapat pemasukan lain selain Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Roy Suryo gembira usai menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) antara Kemenpora Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dengan Kementerian BUMN. Dalam MoU tersebut, sejumlah perusahaan BUMN akan memberikan bantuan finansial dalam bentuk sponsorship.

Menurut Menpora, dana yang dibutuhkan untuk pembinaan dan prestasi olahraga Indonesia terlalu besar jika hanya mengandalkan pembiayaan dari APBN.

“Makanya harus ada kerja sama dengan pihak lain termasuk dengan BUMN,” kata Roy Suryo di sela penandatanganan MoU.

MoU ini berlaku hingga empat tahun ke depan untuk empat kejuaraan multievent, yakni SEA Games 2013, Asian Games 2014, SEA Games 2015 dan Olimpiade 2016. Untuk SEA Games 2013 di Myanmar akhir tahun nanti, Kemenpora dan KONI baru mendapatkan 250 miliar Rupiah dari APBN, kurang 60 miliar Rupiah dari total biaya yang dibutuhkan.

Khusus untuk SEA Games 2013 Myanmar, anggaran yang digunakan masih mengalami kekurangan sekitar Rp60 miliar. Dana yang telah disetujui hanya Rp250 miliar.

“Memang anggaran terbatas. Tapi, kami akan tetap memaksimalkannya. Kemungkinan kita akan tetap mengirimkan atlet dan ofisial antara 800 hingga seribu orang. Semoga dana dari BUMN bisa bermanfaat,” Roy Suryo menambahkan.

Sementara itu, Ketua Umum KONI Tono Suratman berharap, tercapainya kerja sama dengan BUMN diharapkan bisa membuat KONI bisa lebih berkonsentrasi mengembangkan potensi atlet dan meningkatkan prestasi olahraga Indonesia, tanpa perlu lagi merisaukan soal dana.

“Kami bangga dan terharu dengan apa yang dilakukan Menteri BUMN dan didukung oleh Menpora. Semoga dengan MoU ini bisa meningkatkan prestasi kita baik di SEA Games, Asian Games maupun Olimpiade,” ujar Tono.

Sebelumnya dukungan BUMN masuk lewat bentuk Corporate Social Responsibility (CSR) atau kewajiban sosial perusahaan terhadap masyarakat.

Dalam bentuk sponsorship, pihak yang mendapat dukungan dituntut untuk lebih bertanggung jawab dan terencana dalam menggunakan dana yang dicairkan. Mereka juga harus melaporkan siapa saja atlet yang akan didukung dan menjelaskan peluang masing-masing atlet dalam setiap kejuaraan yang diikuti.(antara)[yob]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER