Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 19 November 2017 | 17:46 WIB

PBSI Fokus Benahi Sektor Tunggal Putra-Putri

Oleh : - | Senin, 3 Juni 2013 | 02:57 WIB
PBSI Fokus Benahi Sektor Tunggal Putra-Putri
Bendera Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) - (Foto: istimewa)
facebook twitter

INILAH.COM, Makassar - Minimnya prestasi dari sektor tunggal membuat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) merancang program khusus pengembangan sektor tunggal putra dan putri.

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Rexy Mainaky, akan mengevaluasi sejumlah aspek untuk kemudian dikembangkan.

"Sektor-sektor yang harus dibenahi bukan berarti jelek, tetapi kami akan membenahi dari segi kepercayaan diri mereka, juga dari segi teknik, misalnya pukulan. Dari analisa kami sejauh ini, itu yang harus kami evaluasi," kata Rexy di Makassar, Minggu (2/6/13).

Indonesia menjalani tiga pertandingan di Piala Sudirman 2013. Dua di di pertandingan Grup A lawan India (menang 4-1) dan Cina (kalah 5-0) serta satu di perempatfinal lawan Cina (kalah 3-2). Hasilnya, tunggal putra, yang menurunkan Tommy Sugiarto dan Dionysius Hayom Rumbaka, tak pernah meraih kemenangan.

Sementara itu, tunggal putri Indonesia meraih satu kemenangan saat Lindaweni Fanetri mengalahkan tunggal putri India P.V. Sindhu. Selanjutnya, Lindaweni dan Aprilia Yuswandari, yang turun bergantian di dua laga lawan Cina, sama-sama takluk dari Li Xuerui.

Selain itu, sektor ganda putri juga dirasa perlu dibenahi. Di ajang yang sama, Indonesia hanya sekali menang, yakni ketika Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari mengalahkan wakil India Ponnappa Ashwini/Gadre Pradnya. Pasangan yang sama takluk dari pasangan Cina, Yu Yang/Wang Xiaoli.

Yu/Wang juga menekuk pasangan ganda putri Indonesia lainnya, Liliyana Natsir/Nitya Krishinda Maheswari.

Sebaliknya, konsistensi ditunjukkan pasangan ganda campuran All-England, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, serta ganda putra Ryan Agung/Angga Saputra, sama-sama berhasil meraih dua kemenangan, yakni saat melawan India di laga grup dan Cina di perempatfinal.

"Meski lawannya hebat, mereka harus yakin kalau mereka bisa. Jadi yang harus dibenahi lebih kepada cara berpikir mereka. Lihat saja Angga/Rian saat mengalahkan pasangan senior Cai Yun/Fu Haifeng. Jadi sebenarnya pemain kita itu mampu. Tetapi yang harus diperbaiki mindset-nya. Pelatih juga bertanggung jawab akan hal ini," Rexy menjelaskan.

Selain secara langsung meningkatkan kualitas pemain, PBSI juga ingin meningkatkan mental juara dari para pelatih.

"Saya ingin pelatih merasa menyesal jika atlet didikannya cedera. Jangan sampai saat akan ada turnamen, lalu atletnya cedera sehingga tidak bisa main, pelatih hanya pasrah," tutur peraih medali emas Olimpiade 1996 dari sektor ganda putra bersama Ricky Subagja itu.

Rexy menargetkan peningkatan dari sektor ganda putri serta tunggal putra dan putri sudah bisa terlihat saat Indonesia Open 2013, 10-16 Juni mendatang.

"Ganda campuran dan ganda putra sudah dalam taraf matang, tetapi kalau perlu harus ditingkatkan lagi," mantan petenis yang kini berumur 45 tahun itu mengakhiri.(ant)[yob]

Komentar

 
x