Senin, 22 Desember 2014 | 12:33 WIB
Follow Us: Facebook twitter
KONI Jatim: Ketua Umum KONI Inkonsisten!
Headline
IST
Oleh:
Olahraga - Jumat, 14 September 2012 | 23:22 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Surabaya - KONI Jawa Timur melalui ketua harian Dhimam Abror memprotes keputusan ketua umum KONI Pusat, Tono Suratman, yang menganulir keputusan Dewan Hakim PB PON.

Setelah surat keputusan KONI Pusat bertandatangan Tono Suratman membuat tim sepak bola Jawa Timur gagal menembus fase II, kali ini surat keputusan sejenis juga membuat DKI Jakarta bisa menurunkan atlet panahan yang sebelumnya disanksi saat melawan Jatim.

Tono menganulir hukuman srikandi DKI Jakarta, Rina Dewi Puspitasari lewat surat nomor 1215/UMM/IX/2012.

"Sdri. Rina Dewi Puspitasari dapat mengikuti pertandingan pada Cabang Olahraga Panahan PON XVIII Tahun 2012 Riau sesuai nomor pertandingan yang ditetapkan," tulis Tono di surat yang diterima kontingen Jatim, Jumat (14/9/2012) siang.

Kasus atlet kelahiran Bojonegoro itu bermula dari skorsing yang dijatuhkan Pengurus Persatuan Panahan Indonesia Provinsi Jawa Timur (pengprov Perpani Jatim) pada 2010 lalu. Rina dinyatakan berlaku indisipliner dengan memanipulasi data kependudukan untuk pindah ke DKI Jakarta dan menjatuhkan skorsing selama dua tahun.

Namun lewat gugatan ke Badan Arbitrase Olahraga Indonesia (BAORI), Rina mendapat keringanan setahun dan mendapat pengesahan mutasi, dengan penegasan “Mutasi atlet yang bersangkutan terjadi sejak putusan ini”. Surat itu sendiri terbit tahun 2011.

Dengan demikian, Rina masih belum diperkenankan memperkuat DKI Jakarta di PON 2012. Kuasa hukum KONI Jatim, Mustofa Abidin, Agustus lalu mengatakan, “Dalam ketentuan mutasi, untuk tampil pada PON, mutasi harus dilakukan dua tahun sebelumnya.”

Ini artinya, mutasi Rina baru sah pada tahun 2011 dan baru boleh memperkuat PON secepat-cepatnya dua tahun setelah 2011. Dengan demikian, Rina baru boleh tampil di PON 2016. Dewan Hakim PB PON kemudian meringankan kembali hukuman tersebut. Rina boleh memperkuat DKI dengan syarat membayar kompensasi Rp 300 juta kepada Jawa Timur.

Namun kompensasi inipun dianulir oleh Tono. Dalam suratnya, Tono mempersilakan masalah kompensasi diselesaikan kedua belah pihak di kemudian hari.

“Pak Tono ini konsisten dalam inkonsisten. Dalam dua hari berturut-turut mengeluarkan surat yang menganulir keputusan dewa hakim," kata Abror.

"Dalam dua hari berturut-turut sudah menganulir dua keputusan Dewan Hakim. Lalu buat apa ada Dewan Hakim. Saya tahu sendiri, Dewan Hakim sudah kerja keras. Mereka adalah orang profesional dan ahli di bidangnya masing-masing," ujar Abror.

Perlombaan nomor recurve 70 meter putri yang seharusnya start sejak pukul 08.00 WIB itu baru bisa dimulai pukul 13.00 WIB karena menunggu surat dari KONI Pusat. Peraih emas SEA Games 2009 itu akhirnya gagal meraih emas.

Ia kalah dari wakil Jatim, Diananda Choirunnisa, di semifinal. Perunggu akhirnya berhasil disabet setelah mengalahkan Hamidah (Kalimantan Tengah). Diananda akhirnya meraih emas dengan mengalahkan wakil Yogyakarta, Kusumawardani.[beritajatim/yob]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER