Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 6 Mei 2015 | 04:19 WIB
Hide Ads

'Sampurasun' Tak Bisa Dipisahkan dari Budaya Sunda

Oleh : Doni Ramdhani | Rabu, 15 Agustus 2012 | 21:00 WIB

Berita Terkait

'Sampurasun' Tak Bisa Dipisahkan dari Budaya Sunda
Keinginan Ketua DPC PPP Kota Cimahi Jalaludin Sayuti agar Ketua KPU Kota Cimahi Ikin Sodikin menghilangkan salam pembuka 'sampurasun' dipastikan menemui jalan buntu. - istimewa

INILAH.COM, Cimahi - Keinginan Ketua DPC PPP Kota Cimahi Jalaludin Sayuti yang mengharapkan agar Ketua KPU Kota Cimahi Ikin Sodikin menghilangkan salam pembuka 'sampurasun' dipastikan menemui jalan buntu.

Dewan Kesenian Cimahi (DKC) menegaskan, salam pembuka khas yang selalu dijawab dengan 'rampes' itu tidak dapat dilepaskan dari kebudayaan Sunda.

Ketua DKC Dede Syarif pun meminta seluruh pihak yang terlibat dalam pesta demokrasi lima tahunan untuk saling menghargai dan tidak mengaitkan tradisi hanya dengan kepentingan politis yang notabene sifatnya hanya sementara.

"Salam 'sampurasun' merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan dari tradisi dan kebudayaan masyarakat Sunda yang sejak lama sudah terpelihara," kata Dede saat ditemui di kompleks Pemkot Cimahi, Rabu (15/8/2012).

Dede malah balik menuding bagi mereka yang mengaitkan budaya dengan kepentingan politis yang harus banyak membaca. Sebab, kata dia, orang yang melakukan hal itu kurang memahami dan menghargai arti penting kebudayaaan bagi sebuah masyarakat.[ang]

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.