Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 21 November 2018 | 20:48 WIB

Garut Siap Kembalikan Citra Kopi Preanger

Oleh : Nul Zainulmukhtar | Minggu, 27 Mei 2012 | 15:37 WIB

Berita Terkait

Garut Siap Kembalikan Citra Kopi Preanger
Tingginya permintaan pasar terhadap produk kopi asal Kabupaten Garut menuntut para petani kopi di Garut dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas produksinya. - inilah.com/Nul Zainulmukhtar

INILAH.COM, Garut - Tingginya permintaan pasar terhadap produk kopi asal Kabupaten Garut menuntut para petani kopi di Garut dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas produksinya.

Menurut Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Kabupaten Garut, Indriana Soemarto,salah satu upaya yang dapat dilakukan petani untuk meningkatkan kualitas kopi yakni dengan pemilihan benih kopi yang bagus, dan perlakuan mulai penanaman, panen, dan pengolahan pascapanen. Kopi Arabika merupakan jenis kopi yang dapat tumbuh bagus di Kabupaten Garut.

"Dalam sejarah perkopian, di Garut ada jenis kopi Arabika hasil persilangan yang merupakan jenis kopi unggulan disebut kopi Arabica Java Preanger atau Sunda Hejo. Citra komoditi kopi preanger di Jabar itu berasal dari Garut, itulah yang kita coba kembalikan," kata Indriana, Minggu (27/5/2012).

Sebagai upaya mengembalikan citra komoditi kopi preanger asal Garut, lanjutnya, pihak Disbun mengarahkan sentra pengembangan tanaman kopi di wilayah tengah Kabupaten Garut yang bertopografi dataran tinggi dan pegunungan. Hal itu sesuai dengan ketinggian areal yang dibutuhkan kopi Arabika, sekitar 800-900 meter di atas permukaan laut (dpl). Juga agar hasil produksinya sama bagus karena ditanam pada lahan yang terindikasi geografis sama. Daerah pengembangan budi daya kopi tersebut antara lain wilayah Kecamatan Cisurupan, Samarang, Cikajang, Wanaraja, dan Karang Tengah.

Indriana menyebutkan, saat ini luas kebun kopi di areal milik masyarakat di Kabupaten Garut mencapai 3.491 hektare. Dari lahan kebun kopi seluas itu baru seluas 1.779 hektare yang berproduksi, berupa 1.791 ton biji kopi olahan kering, dan 3.974 ton biji kopi gelondongan. Rata-rata perhektar lahan kebun kopi baru menghasilkan sebanyak 450 kilogram biji kopi gabah kering.

Indriana menambahkan, kopi merupakan salah satu komoditas unggulan perkebunan Kabupaten Garut, selain teh (4.537 hektare), karet (2.865 hektare), akar wangi (2.327 hektare), tebu (240 hektare), dan tembakau (4.069 hektare). Pada 2012, Disbun Garut berencana melakukan pembinaan budi daya kopi dengan penyiapan dan penyebaran benih kopi sebanyak 70.200 pohon, 60.000 biji kopi, dan benih kopi spesiality sebanyak 21.600 pohon.[ang]

Komentar

Embed Widget
x