INILAH.COM, Jakarta - Bertempat di kawasan Senayan, Nike memperkenalkan program pelatihan sepakbola yang unik dari Elite Training Live menjadi Elite Training Live 2.0.
Elite Training Live adalah sebuah pelatihan interaktif dan pembinaan dari pelatih sepakbola yang dikombinasikan dengan acuan program pelatihan digital. Elite Training Live (ETL) pertama kali diluncurkan tahun 2010. Kini, Nike telah menggunakan teknologi baru untuk versi ETL Live 2.0.
"Elite Training Live 2.0 ini adalah alat yang dirancang untuk membuat setiap anak menjadi pemain yang lebih baik melalui data dan konten latihan yang akan memberikan standarisasi praktis bagaimana cara mengevaluasi dan meningkatkan permainan anak tersebut," ujar Country Marketing Manager Nike Indonesia, Nino Priambodo.
Hadirnya ETL 2.0 di Indonesia diharapkan dapat memberikan standarisasi bagi penilaian kemampuan semua anak berbakat sehingga semakin cepat untuk menemukan atlit muda berbakat demi perkembangan sepakbola nasional.
ETL Live 2.0 akan menguji kemampuan atletik dan level kemampuan teknikal seorang pemain dimana hal ini sangat penting pada permainan zaman sekarang yang mengandalkan kecepatan dan kekuatan fisik.
Keterampilan pemain juga akan diuji yang terdiri dari empat macam tes. Setiap tantangan tersebut terhubung ke atlit sepakbola Nike dan sepatu andalannya. Tantangan Iniesta (kontrol) dengan sepatu CTR 360, Tantangan Piue (Sentuhan) dengan sepatu Tiempo, Tantangan Rooney (Akurasi) dengan sepatu T90, dan Tantangan Ronaldo (Kecepatan) dengan sepatu Mercurial.
Dalam empat tantangan tersebut, dipilih empat pemain sepakbola nasional Indonesia yang diwakili oleh Jajang Mulyana (Rooney), Firman Utina (Ronaldo), Ahmad Bustomi (Iniesta) dan Ponaryo Astaman (Pique).
Pada akhir sesi ETL Live 2.0, hasil dari serangkaian pengujian dan juga pelatihan akan diberikan kepada setiap pemain dalam bentuk data laporan statistik. Para pemain juga akan mendapatkan akses kepada tips-tips serta masukan terbaik, permainan bola (dril) dan data untuk meningkatkan kemampuan mereka yang diambil dari masukan para atlit dan pelatih terbaik.