INILAH.COM, Surabaya - Dinas Pendidikan Jawa Timur (Jatim) menggandeng pemerintah Australia Barat untuk memajukan olahraga. Untuk mendorong kecintaan anak pada olahraga, kedua pihak berencana membuat liga-liga kecil. Cabang olahraga (cabor) bulutangkis pun dipilih sebagai pilot project.
Rencana itu muncul setelah dilakukan pertemuan antara International Project Director Department of Sport Western Australia, Hallam Pereira dengan Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Harun, Jumat (10/2/2012) siang di kantor Dinas Pendidikan.
"Kita akan mencoba dengan bulutangkis. Karena bulutangkis potensinya semua ada," kata Harun yang ditemui wartawan usai pertemuan.
Potensi yang dimaksud Harun antara lain, adanya apresiasi dan minat dari masyarakat. Adanya perhatian dari perusahaan lewat Corporate Social Responsibility (CSR) serta jumlah atlet yang cukup banyak. Sayang potensi yang ada tidak diimbang dengan prestasi gemilang.
Prestasi bulutangkis Indonesia justru kembang kempis. Saat ini, prestasi Indonesia masih jauh di bawah China atau Malaysia. Terkait hal ini, Hallam menngatakan, terjadi kontradiksi di dunia bulutangkis Indonesia. "Sebab negara-negara yang berprestasi itu pelatihnya dari Indonesia. Mereka dibayar tujuh kali lipat disana," tutur Hallam.
Rencananya, Dinas Pendidikan dan Pemerintah Australia Barat akan membikin kejuaraan bulutangkis yang diperuntukkan untuk anak-anak. Untuk menindaklanjuti rencana ini, Harus akan berkomunikasi dengan KONI dan PSBI. Ia menargetkan, dalam dua bulan, event ini bisa terlaksana.
"Kedepan pasti akan kita coba ke cabor lainnya. Untuk saat ini kita masih trial ke bulutangkis," pungkas pria berpenampilan kalem ini.[beritajatim]