Find and Follow Us

Minggu, 17 November 2019 | 07:00 WIB

Anggota Pengkot PBSI Jakut Desak Pergantian Ketum

Oleh : Boy Leonard Pasaribu | Senin, 15 Agustus 2011 | 12:08 WIB
Anggota Pengkot PBSI Jakut Desak Pergantian Ketum
PBSI
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Arogansi ketua umum Pengurus PBSI Kotamadya Jakarta Utara Yoyada Koritelu membuat mayoritas anggotanya mendesak diadakan Musyawarah Kotamadya Luar Biasa (Muskotlub).

Kesewenang-wenangan tersebut antara lain, seperti dijelaskan Mudjiono Sri Kumolo, mantan wakil ketua umum I PBSI, adalah pemecatan pengurus tanpa alasan jelas. Diantaranya Djaka Harisna (Ketua Bidang Organisasi), Rachamat Setiyawan (Sekretaris), serta Mudjiono sendiri dari jabatannya. Pencabutan status keanggotaan terhadap sejumlah klub juga dilakukan Yoyada.

Yoyada juga dianggap tidak transparan dalam mengatur keuangan. Sesuai konfirmasi bendahara, sejatinya ada sejumlah bantuan senilai total Rp 275 juta, namun hanya Rp 50 juta yang masuk lewat bendahara. Sisanya diterima langsung ketua umum.

Ketua umum juga dianggap melalaikan program pembekalan dan penataran wasit, yang menjadi program kerja tahunan, serta mengintervensi Team Keabsahan.

"Melihat tindakan ketua umum dari awal kepengurusan sampai dengan saat ini tetap banyak menyimapng, maka kami minta dan mendesak untuk dilaksanakan Musyawarah Kota Luar Biasa PBSI Jakarta Utara secepatnya dengan mengganti ketua umum," ujar Mudjiono mengatasnamakan klub-klub yang diberhentikan keanggotaannya.

Setidaknya ada 42 klub yang berada di bawah naungan Pengkot Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Jakut yang menuntut diadakannya Muskotlub.

"Secepatnya kami mengirimkan permohonan kepada Ketua Umum (Yoyada Koritelu) agar segera menggelar Muskotlub. Kalau tidak direspon, kami akan bersama anggota akan menggelar musyawarah sendiri," tandas Mudjiono, Minggu (14/8).

Komentar

Embed Widget
x