INILAH.COM, Jakarta – Ketika nama Tiger Woods tidak tercantum dalam daftar pegolf yang ikut serta di British Open 2011 (14-17 Juli), banyak penggemar golf merasa kecewa dan terkejut. Kekecewaan semakin bertambah, karena ketidakhadirannya tidak dipastikan melalui konfirmasi, sesuatu yang janggal dalam tradisi dunia golf.
Publik Inggeris khususnya, merasa seperti "diremehkan" oleh Tiger Woods sebagai pegolf Amerika Serikat. Woods dianggap keterlaluan. Tetapi kekecewaan dan keterkejutan itu ternyata belum berhenti di situ. Kurang dari seminggu setelah British Open berakhir, Tiger Woods membuat kekecewaan baru. Kali ini yang kecewa, warga Selandia Baru bernama Steve Williams.
Steve Williams pantas kecewa sebab ia yang sudah 13 tahun mendampingi Woods sebagai caddy. Tapi pekan ini tanpa alasan yang jelas mendadak dipecat oleh Tiger Woods. Keputusan Tiger Woods memecat Steve Williams tentu saja cukup mengejutkan semua kalangan. Bukan apa-apa. Selama 13 tahun, Steve Williams menjadi caddy, sebanyak 13 gelar bergengsi berhasil diraih Woods sebagai pegolf profesional.
Sehingga timbul pertanyaan berbau spekulasi, akankah Woods mampu come back sebagai pegolf nomor satu dunia? Atau mungkinkah Tiger Woods menemukan caddy yang bisa dapat berperan sebagai "belahan jiwa"-nya atau soul mate seperti Steve Williams?
Hal yang tak bisa disangkal, dengan gelar-gelar itu pula, Tiger Woods telah berubah menjadi salah satu olahragawan terkaya di dunia. Kekayaan Tiger Woods diperkirakan mencapai lebih dari Rp10 triliun rupiah. Sebagian besar kekayaan itu diperolehnya melalui kontrak dengan para sponsor.
Nike yang mengontraknya sejak 2000 dengan nilai US$ 110 juta per tahun, hingga 2010, setidaknya telah memberi Woods penghasilan tidak kurang US$ 1,1 miliar. Padahal selain Nike, Woods juga terikat kontrak dengan perusahaan otomotive (Buick), jam tangan (Tag Heuer) dan kartu kredit (American Express).
Woods juga menjadi pegolf fenomenal yang memiliki tarif tersendiri bila diundang bermain dalam sebuah turnamen yang non-major. Setiap kehadirannya, Woods mengenakan tarif US$1 juta.
Secara tidak langsung kontribusi dan peranan Steve Wlliams dalam kehidupan Tiger Woods, sebagai pegolf profesional sangat berarti. Sebab selama berada di padang rumput mengikuti setiap kejuaraan, Steve Williams memainkan peran sangat penting. Sebagai pendamping dalam menganalisa sebuah hole atau jebakan, Steve Williams menjadi satu-satunya orang yang mampu memberi masukan secara obyektif kepada Tiger Woods.
Kalau kita perhatikan sejumlah momen penting di berbagai kejuaraan yang dimenangkan Tiger Woods, Steve Williams selalu menjadi tumpahan semua emosi Woods begitu ia berhasil mengguli semua lawan-lawannya. Hal ini pun disadari oleh mereka berdua. Sehingga kata perpisahan atau pemecatan sesungguhnya tidak pernah dibayangkan.
Tiger dan Steve bagaikan sebuah pasangan "suami isteri" yang saling membutuhkan. Pasangan ini sudah membuktikan kepada dunia, bahwa golf sebetulnya bukan merupakan olahraga atau permainan individu sebagaimana yang diasumsikan selama ini !
Yang bermain memang hanya satu orang. Tetapi pemain atau pegolf memerlukan kerja sama secara tim dengan sang caddy. Woods dan Williams tidak secara eksplisit mengakui hal tersebut.
Tetapi sebuah peristiwa kecil di 2000-an, cukup menjelaskan asumsi tersebut. Ketika itu Woods baru saja menyabet sejumlah gelar bergengsi dan sebagaimana biasa menjelang akhir tahun, semua kegiatan golf di benua bagian Utara yang mendapat giliran musim dingin, terhenti.
Bersamaan tibanya musim libur Natali itu, Steve Williams mengambil cuti dan pulang ke kampung halamannya di Auckland, Selandia Baru. Saat itu di Selandia Baru sedang musim panas, sementara di benua bagian Utara, Amerika Serikat, sedang musim dingin.
Tanpa persiapan, Woods akhirnya mengumumkan bahwa iapun akan ke Selandia Baru untuk berlibur. Saat itu kebetulan Woods belum menikah.
Menurut ceritera, Williams, sang caddy, tidak menginginkan kehadiran Woods di Selandia Baru. Sebab selain ingin berlibur, Williams berniat ikut serta dalam lomba balap mobil go kart, yang merupakan salah satu kegemarannya.
Akan tetapi Williams tidak ingin menyakiti perasaan Woods. Bahkan kepada Woods ia akhirnya menyarankan untuk ikut serta dalam turnamen golf Selandia Baru Terbuka (New Zealand Open) yang waktu penyelenggaraannya bersamaan dengan masa liburan Natal tersebut.
Kesan yang mengemuka dari peristiwa ini adalah Woods sangat tergantung pada caddy Steve Williams. Demikian tinggi ketergantungan Woods pada Steve Williams sehingga Woods pun tidak ragu memberi komisi sebesar 10% kepada Steve Williams dari total hadiah yang dimenangkannya dari sebuah turnamen.
Jadi misalkan Woods menjuarai sebuah turnamen dengan hadiah US$1,5 juta dolar, maka Steve Williams memperoleh komisi US$150 ribu atau setara dengan Rp1,2 miliar. Oleh sebab itu tidak heran jika Steve Williams merupakan caddy terkaya di dunia. Sebab selama menjadi caddy, Woods telah mengantongi 13 gelar juara. Jika di setiap kejuaraan itu Woods menerima hadiah total hadiah US$13 juta, berarti Steve Williams mendapat bagian 10% dari total itu.
Sehingga kalau Woods misalnya mengantongi hadiah US$13 juta maka pundi-pundi Steve Williams sedikitnya punya US$1,3 juta atau sekitar Rp10 miliar. Angka itu belum termasuk gaji bulanan yang sudah ada standard-nya.
Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah, apa sebetulnya penyebab dari pemecatan tersebut. Ada spekulasi yang menyebutkan, Woods tiba-tiba menyadari semua kegiatan rahasianya yang sangat pribadi, terutama perselingkuhannya dengan sejumlah wanita PSK, berhasil diketahui (bekas) isterinya dari sang caddy Steve Williams.
Sebagai caddy, Steve merupakan orang yang paling tahu apa yang dilakukan Tiger Woods sebelum dan sesudah bermain golf. Steve sendiri tidak ada maksud untuk membocorkan berbagai kegiatan yang dilakukan bosnya kepada sang isteri Tiger Woods.
Namun tidak mungkin Steve Williams terus menerus membohongi isteri Tiger Woods. Sehingga ketika Steve terpojok dengan pertanyaan isteri Tiger Woods, mau tidak mau ia memberikan "cukilan" beberapa perselingkuhan sang bos.
Tidak ada yang menduga perceraian Woods dengan isterinya, terjadi begitu cepat dan perceraian itu sangat mengganggu permainan golf dan konsentrasi Tiger Woods. Akibat perceraian itu, hartanya harus dibagi dua. Sehingga secara tiba-tiba, kekayaan Woods merosot tajam. Sejumlah sponsor pun membatalkan kontraknya. Membuat Woods sangat terpukul.
Menghadapi rencana kebangkitannya, Tiger Woods akhirnya memutuskan memecat Steve Williams. Lantas dengan caddy baru, mungkinkah Tiger Woods dapat mencetak kembali prestasi yang mengagumkan? Bagaimana dengan ketertarikan para sponsor?
Banyak yang ragu dengan hal tersebut. Sebab selain pegolf-pegolf muda yang fenomenal mulai bermunculan, Tiger Woods masih harus membuktikan bahwa ia bisa berkonsentrasi dalam permainan golf, sekalipun masalah pribadi terus menghantui kehidupannya. [mdr]